Posted by: santalidwina | October 25, 2009

Romo Atas tentang Surat Gembala Uskup

Minggu pagi ini (25 Oktober 2009) Romo Atas Wahyudi memimpin Misa Kudus di Gereja Santa Lidwina. Sebelum “membacakan” surat gembala dari Monsinyur Ignatius Suharyo, Romo Atas memberitahukan bahwa tanggal 27 Oktober 2009 pukul 06.00 Monsinyur akan tindak secara resmi ke padang penggembalaan yang baru, yaitu di KA Jakarta.

Akhirnya, waktunya tiba juga, Romo-ku jadi tindak ke Jakarta. Sedih dan bangga rasanya campur aduk, dan aku berusaha memahami situasinya. Selama Misa Kudus aku melihat Romo Atas memimpin Misa dengan gayanya yang teatrikal itu sambil seolah-olah melihat Romo Monsinyur sedang memimpin Misa Kudus seperti yang pernah aku saksikan beberapa kali di gereja kami ini. Konsentrasi tetapi campur imajinasi, yang semuanya itu mengaduk-aduk perasaanku yang sedih dan bangga.

Suasana hatiku menjadi semakin gerah ketika Romo Atas awalnya ngendika tidak ada kotbah dan hanya mau membacakan Surat Gembala “terakhir” dari Romo Monsinyur, tetapi nyatanya surat itu dibacakan sebagian dan malahan ditambah-tambahi sendiri menjadi semakin kaya maknanya. Apalagi ada contoh-contoh menarik yang relevan dengan pesan Romo Monsinyur ditambahkan dan gaya penyampaiannya teatrikal seperti biasanya. Aku menjadi larut di dalam homili Romo Atas ini dan menerima banyak pencerahan pagi ini.

Berjumpa dengan Yesus menyebabkan perubahan, yang semula buta menjadi melihat, yang semula duduk menjadi berdiri, yang semula berjubah kumal menjadi mengenakan hidup baru ! Begitu tegas Romo Atas, yang menjadi idola dari anakku, sampai-sampai meniru berpakaian serba hitam !!!

Cerita tentang Bartimeus yang dikombinasikan dengan Surat Gembala tadi pagi ternyata menjadi sebuah homili yang sangat hidup dan menarik ! Disinilah, tampak bahwa Romo Atas memang cerdas, dan kecerdasan konon merupakan salah satu syarat untuk menjadi seperti Romo Monsinyur Suharyo (but masih harus ada tambahan “rendah hati”, atau kata pak Sugiyono “merak ati”).

Djarot Purbadi.

(Terusnya ada, menyusul, setelah saya dipinjami salinan Surat Gembala yang dijanjikan Romo Atas).


Leave a response

Your response:

Categories