<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://santalidwina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://santalidwina.wordpress.com</link>
	<description>...jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah orang yang membangunnya...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2009 00:38:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='santalidwina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/88efbd938083b493a0d472c78b22c04f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Yogyakarta</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://santalidwina.wordpress.com/osd.xml" title="Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Yogyakarta" />
		<item>
		<title>Surat Gembala Mgr. Suharyo</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/26/surat-gembala-mgr-suharyo/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/26/surat-gembala-mgr-suharyo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 00:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/26/surat-gembala-mgr-suharyo/</guid>
		<description><![CDATA[SURAT GEMBALA MGR. SUHARYO
DALAM RANGKA KEPINDAHAN KE KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA
24/25 OKTOBER 2009
Para Ibu/Bapak,
Para Suster/Bruder/Rama
Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
1. Sekitar duabelas tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 1997, saya menulis surat bagi Umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang, dalam rangka menyiapkan diri, menyongsong Tahun Yubileum Agung tahun 2000. Dalam rangka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=246&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SURAT GEMBALA MGR. SUHARYO<br />
DALAM RANGKA KEPINDAHAN KE KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA<br />
24/25 OKTOBER 2009</p>
<p>Para Ibu/Bapak,</p>
<p>Para Suster/Bruder/Rama</p>
<p>Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,</p>
<p>1. Sekitar duabelas tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 1997, saya menulis surat bagi Umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang, dalam rangka menyiapkan diri, menyongsong Tahun Yubileum Agung tahun 2000. Dalam rangka Tahun Yubileum itu, almarhum Paus Yohanes Paulus II mengajak kita untuk bergembira dan bersyukur, merasakan kebahagiaan hidup sebagai orang beriman yang dianugerahi keselamatan. Dengan merayakan Tahun Yubileum Agung itu kita juga mengungkapkan harapan kita akan datangnya tata kehidupan baru yang semakin bersaudara, adil, damai dan sejahtera, &#8220;langit baru bumi baru&#8221;. Harapan inilah yang selama ini bersama-sama kita perjuangkan perwujudannya dalam berbagai kesempatan dan dengan berbagai cara.</p>
<p>2. Dalam rangka itu pulalah Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dirumuskan, berbagai pedoman diberlakukan serta berbagai wacana &#8211; misalnya Gereja sebagai peristiwa, Gereja yang signifikan secara internal relevan secara eksternal, penegasan bersama, pelayanan yang murah hati dan berbagai wacana lain &#8211; dilontarkan. Semuanya diharapkan mengalirkan dinamika kehidupan umat beriman yang mengarah ke terbangunnya komunitas alternatif atau komunitas kontras: yaitu komunitas umat beriman yang hidup berdasarkan nilai-nilai Kerajaan Allah, bukan sekedar mengikuti arus jaman yang tidak selalu membawa kita semakin dekat dengan Allah, sesama dan alam semesta.</p>
<p>Saudari-saudaraku yang terkasih,</p>
<p>3. Agar harapan itu pelan-pelan dapat menjadi kenyataan, kita diundang untuk selalu membarui diri sebagai murid-murid Yesus. Kisah pengemis buta Bartimeus yang diwartakan pada hari ini dapat membantu kita dalam usaha mengembangkan hidup kita sebagai murid-murid Kristus. Perjumpaan Bartimeus dengan Yesus membuat dirinya yang tadinya buta (Mrk 10:46), menjadi melihat (ay 52). la yang tadinya hanya &#8220;duduk&#8221; (ay 46), lalu &#8220;berdiri&#8221; (ay 50) pergi mendapatkan Yesus. la yang semula hanya &#8220;di pinggir jalan&#8221; (ay 46), lalu &#8220;mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya&#8221; (ay 52). la menanggalkan jubahnya (ay ay 49), artinya &#8220;menanggalkan manusia lama &#8230; dan mengenakan manusia baru&#8221; (Ef 4:22; bdk Kol 3:9). Sikap dan kata-kata Yesus juga mengubah sikap para murid. Semula mereka menegor pengemis buta itu (Mrk 10:48). Sikapnya tidak bersahabat, kata-katanya tajam. Setelah Yesus menyuruh mereka untuk memanggil si pengemis itu, sikap mereka berubah menjadi bersahabat dan kata-kata mereka meneguhkan. Mereka berkata, &#8220;Kuatkan hatimu&#8230; la memanggil engkau&#8221; (ay 49). Tampak jelas bahwa perjumpaan-perjumpaan yang diceritakan dalam kisah ini merupakan saat-saat yang membaharui dan meneguhkan kehidupan.</p>
<p>Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus,</p>
<p>4. Selama dua belas tahun melayani umat di Keuskupan Agung Semarang ini, saya banyak mengalami perjumpaan-perjumpaan seperti itu. Saya merasa diteguhkan dan berkembang dalam imamat serta dalam pelayanan dalam perjumpaan-perjumpaan seperti itu. Maka pada akhir masa pelayanan saya sebagai Uskup di Keuskupan Agung Semarang ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih. Terima kasih kepada para Ibu/Bapak/Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak &#8211; pendek kata kaum awam &#8211; atas keterlibatan Ibu/Bapak/Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak dalam kehidupan Gereja. Keterlibatan Ibu/Bapak/Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak sungguh membuat Gereja kita hidup. Saya berdoa, semoga keluarga-keluarga kita dilimpahi berkat, periindungan dan damai sejahtera. Terima kasih kepada para Suster dan Bruder atas pilihan hidup, kehadiran dan pelayanan yang para Suster dan Bruder berikan. Kehadiran dan pelayanan para Suster dan Bruder amat menentukan wajah Gereja di Keuskupan Agung Semarang ini. Saya berdoa semoga komunitas-komunitas para Suster dan Bruder menjadi komunitas yang semakin memancarkan kasih Tuhan sendiri. Terima kasih kepada para imam, baik yang berkarya maupun yang tinggal di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Kerja keras dan kerelaan untuk bekerjasama di antara para imam menjadikan pelayanan kita semakin murah hati dan cerdas. Saya berdoa agar para imam mengalami kegembiraan batin yang terpancar dalam hidup yang damai serta pelayanan yang semakin total dan tulus.</p>
<p>Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.</p>
<p>5. Pada tanggal 25 Juli 2009 yang lalu saya ditunjuk oleh Bapa Suci Benediktus XVI untuk menjadi Uskup Agung Koajutor di Keuskupan Agung Jakarta. Saya membutuhkan waktu cukup lama untuk mencoba mengerti dan memaknai kehendak Tuhan dalam penunjukan ini. Saya menerima perutusan ini dengan lapang hati ketika saya sampai pada keyakinan bahwa yang mengutus saya adalah Umat Keuskupan Agung Semarang. Pimpinan Gereja memanggil saya, Keuskupan Agung Semarang mengutus saya dan saya menerimanya karena saya yakin bahwa hidup adalah anugerah yang selalu harus dibagikan. Terima kasih atas sekian banyak doa yang dipanjatkan untuk saya dalam rangka penerimaan tugas baru ini. Kalau pernah ada yang baik yang saya lakukan dalam pelayanan saya selama ini, semuanya itu adalah buah dari doa-doa seluruh umat. Bekal doa ini pulalah yang akan saya bawa dalam menjalankan tugas pelayanan saya selanjutnya. Saya akan berangkat hari Selasa 27 Oktober 2009 dan akan diterima di Keuskupan Agung Jakarta pada hari Rabu 28 Oktober 2009. Marilah kita saling mendoakan agar kita dapat menjalankan perutusan kita masing-masing yang berbeda-beda, demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama.</p>
<p>Doa rosari bersama umat, Hari pertama bulan sepuluh, Hati gembira penuh semangat, Bunda Maria tempat berteduh</p>
<p>Di hutan hidup kawanan lebah, Di sawah tumbuh rumpun padi, Matahari terus berubah, Kasih Tuhan kekal abadi.</p>
<p>Berkah Dalem,</p>
<p>Semarang, 13 Oktober 2009</p>
<p>+ Ignatius Suharyo</p>
<p>Uskup Keuskupan Agung Semarang</p>
<p>(Sumber: Romo Noto Budyo dan Romo Atas Wahyudi, 26 Okt 2009)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=246&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/26/surat-gembala-mgr-suharyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romo Atas tentang Surat Gembala Uskup</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/25/romo-atas-tentang-surat-gembala-uskup/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/25/romo-atas-tentang-surat-gembala-uskup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 05:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/25/romo-atas-tentang-surat-gembala-uskup/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu pagi ini (25 Oktober 2009) Romo Atas Wahyudi memimpin Misa Kudus di Gereja Santa Lidwina. Sebelum &#8220;membacakan&#8221; surat gembala dari Monsinyur Ignatius Suharyo, Romo Atas memberitahukan bahwa tanggal 27 Oktober 2009 pukul 06.00 Monsinyur akan tindak secara resmi ke padang penggembalaan yang baru, yaitu di KA Jakarta.
Akhirnya, waktunya tiba juga, Romo-ku jadi tindak ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=244&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Minggu pagi ini (25 Oktober 2009) Romo Atas Wahyudi memimpin Misa Kudus di Gereja Santa Lidwina. Sebelum &#8220;membacakan&#8221; surat gembala dari Monsinyur Ignatius Suharyo, Romo Atas memberitahukan bahwa tanggal 27 Oktober 2009 pukul 06.00 Monsinyur akan tindak secara resmi ke padang penggembalaan yang baru, yaitu di KA Jakarta.</p>
<p>Akhirnya, waktunya tiba juga, Romo-ku jadi tindak ke Jakarta. Sedih dan bangga rasanya campur aduk, dan aku berusaha memahami situasinya. Selama Misa Kudus aku melihat Romo Atas memimpin Misa dengan gayanya yang teatrikal itu sambil seolah-olah melihat Romo Monsinyur sedang memimpin Misa Kudus seperti yang pernah aku saksikan beberapa kali di gereja kami ini. Konsentrasi tetapi campur imajinasi, yang semuanya itu mengaduk-aduk perasaanku yang sedih dan bangga.</p>
<p>Suasana hatiku menjadi semakin gerah ketika Romo Atas awalnya ngendika tidak ada kotbah dan hanya mau membacakan Surat Gembala &#8220;terakhir&#8221; dari Romo Monsinyur, tetapi nyatanya surat itu dibacakan sebagian dan malahan ditambah-tambahi sendiri menjadi semakin kaya maknanya. Apalagi ada contoh-contoh menarik yang relevan dengan pesan Romo Monsinyur ditambahkan dan gaya penyampaiannya teatrikal seperti biasanya. Aku menjadi larut di dalam homili Romo Atas ini dan menerima banyak pencerahan pagi ini.</p>
<p>Berjumpa dengan Yesus menyebabkan perubahan, yang semula buta menjadi melihat, yang semula duduk menjadi berdiri, yang semula berjubah kumal menjadi mengenakan hidup baru ! Begitu tegas Romo Atas, yang menjadi idola dari anakku, sampai-sampai meniru berpakaian serba hitam !!!</p>
<p>Cerita tentang Bartimeus yang dikombinasikan dengan Surat Gembala tadi pagi ternyata menjadi sebuah homili yang sangat hidup dan menarik ! Disinilah, tampak bahwa Romo Atas memang cerdas, dan kecerdasan konon merupakan salah satu syarat untuk menjadi seperti Romo Monsinyur Suharyo (but masih harus ada tambahan &#8220;rendah hati&#8221;, atau kata pak Sugiyono &#8220;merak ati&#8221;).</p>
<p>Djarot Purbadi.</p>
<p>(Terusnya ada, menyusul, setelah saya dipinjami salinan Surat Gembala yang dijanjikan Romo Atas).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=244&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/25/romo-atas-tentang-surat-gembala-uskup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketua Stasi Terpilih yang Baru</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/05/ketua-stasi-terpilih-yang-baru/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/05/ketua-stasi-terpilih-yang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 00:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/05/ketua-stasi-terpilih-yang-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Diucapkan SELAMAT SELAMAT SELAMAT kepada Bapak SUKMAWAN, S.Kom dari Lingkungan Bedog yang terpilih karena dipercaya umat untuk menjadi Ketua Stasi baru di Stasi Santa Lidwina. Semoga Mas Mawan dan keluarga selalu mendapat bimbingan dan rahmat Tuhan dalam melaksanakan tugasnya yang berat namun mulia ini. Kita umat Stasi Santa Lidwina telah mendukungnya dan berharap agar Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=240&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Diucapkan SELAMAT SELAMAT SELAMAT kepada Bapak SUKMAWAN, S.Kom dari Lingkungan Bedog yang terpilih karena dipercaya umat untuk menjadi Ketua Stasi baru di Stasi Santa Lidwina. Semoga Mas Mawan dan keluarga selalu mendapat bimbingan dan rahmat Tuhan dalam melaksanakan tugasnya yang berat namun mulia ini. Kita umat Stasi Santa Lidwina telah mendukungnya dan berharap agar Tuhan juga berkenan membimbing dan menguduskan kita lewat Ketua Stasi kita yang baru ini. Sukses nggih Mas !!!</p>
<p>Salam,</p>
<p>Admin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=240&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/10/05/ketua-stasi-terpilih-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengurus Stasi Bedog 2007-2009</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/07/01/pengurus-stasi-bedog-2007-2009/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/07/01/pengurus-stasi-bedog-2007-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 13:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/2009/07/01/pengurus-stasi-bedog-2007-2009/</guid>
		<description><![CDATA[DEWAN STASI BEDOG
Ketua            :              Yustinus Bambang Purwanto
Wakil Ketua        :  B. Sumardiyanto
Sekretaris 1         : Teguh Siswantoro
Sekretaris [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=234&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>DEWAN STASI BEDOG</p>
<p>Ketua            :              Yustinus Bambang Purwanto<br />
Wakil Ketua        :  B. Sumardiyanto<br />
Sekretaris 1         : Teguh Siswantoro<br />
Sekretaris 2         : H. Asnawi<br />
Bendahara 1        :  Emmy<br />
Bendahara 2        : Yohanes Goei Manubawa<br />
Bendahara 3         : Rita<br />
Penasehat 1         : Anton Sutopo<br />
Penasehat 2         : Meth Kusumahadi<br />
Penasehat 3         : Suradi HS<br />
Penasehat 4         : A. Budi Purnomo<br />
Bidang Liturgi:          FX. Mukarto<br />
Bidang Pewartaan:      Yosaphat Sumardi<br />
Bidang Pelayanan:      Budi Santosa (Ibu)<br />
Bidang Paguyuban    :  G. Dwi Atmono</p>
<p>KETUA WILAYAH STASI BEDOG:</p>
<p>Ketua Wil. A     : Valerianus Maryoso<br />
Ketua Wil. B     : Anton Ponimin<br />
Ketua Wil. C     : Stefanus Alip Gunadi<br />
Ketua Wil. D     : Andreas Budi Purnomo</p>
<p>KETUA LINGKUNGAN STASI BEDOG:</p>
<p>Ketua Lingk. Bedog 2         : Andreas Rakimin<br />
Ketua Lingk. Bedog 3         : Petrus Agung<br />
Ketua Lingk. Nogotirto 1     : Clar Emanuella Subardini<br />
Ketua Lingk. Nogotirto 2     : Anton Ponimin<br />
Ketua Lingk. Nogotirto 3     : C. Asri Budiningsih<br />
Ketua Lingk. Nogotirto 4     : Benedictus Budi Setyawan<br />
Ketua Lingk. Nogotirto 5     : Donisius Anas Rachmad Alexander<br />
Ketua Lingk. Nusupan 1         : Albertus Joko Purwantoro<br />
Ketua Lingk. Nusupan 2         : R. Sapto Purwadi<br />
Ketua Lingk. GAP 1         : Yohanes Goei Manubowo<br />
Ketua Lingk. GAP 2         : Yosaphat Sumardi<br />
Ketua Lingk. GAP 3         : Agatha C. Sri Budi Mintarti</p>
<p>(Sumber: http://parokikumetiran.net/101/content/view/20/44/)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=234&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/07/01/pengurus-stasi-bedog-2007-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Edaran Tahun Imam dari Kongregasi untuk Kaum Klerus</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/22/surat-edaran-tahun-imam-dari-kongregasi-untuk-kaum-klerus/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/22/surat-edaran-tahun-imam-dari-kongregasi-untuk-kaum-klerus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 03:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Para Imam yang terkasih,
Tahun Imam, yang diumumkan oleh Paus Benediktus XVI untuk merayakan peringatan 150 tahun kematian Pastor yang saleh dari Ars, St.Yohanes Maria Vianney, telah semakin dekat. Perayaan pembukaan Tahun Imam ini akan diselenggarakan dan dipimpin oleh Bapa Suci pada 19 Juni yang akan datang, bertepatan dengan Pesta Hati Kudus Yesus dan Hari Doa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=228&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Para Imam yang terkasih,</em></p>
<p>Tahun Imam, yang diumumkan oleh Paus Benediktus XVI untuk merayakan peringatan 150 tahun kematian Pastor yang saleh dari Ars, St.Yohanes Maria Vianney, telah semakin dekat. Perayaan pembukaan Tahun Imam ini akan diselenggarakan dan dipimpin oleh Bapa Suci pada 19 Juni yang akan datang, bertepatan dengan Pesta Hati Kudus Yesus dan Hari Doa Sedunia demi Kesucian Hidup Para Imam. Pengumuman Tahun  Imam ini telah mendapat sambutan yang hangat, khususnya dari para Imam sendiri. Setiap Imam ingin menjalani hidup mereka dengan penuh komitmen, ketulusan dan semangat sehingga tahun itu pantas dirayakan di seluruh dunia &#8211; di Keuskupan, paroki-paroki dan setiap komunitas lokal &#8211; di mana semua umat Katolik dapat berpartisipasi dengan penuh kegembiraan. Umat sangat mencintai para imamnya dan ingin melihat mereka bahagia, hidup suci dan penuh kegembiraan dalam karya pelayanan mereka setiap hari.</p>
<p>Tahun khusus bagi para Imam ini amat penting dan bermanfaat karena ini menjadi kesempatan di mana Gereja berbicara  kepada para Imam, secara khusus, dan juga kepada semua umat beriman serta masyarakat luas melalui media masa bahwa Gereja berbangga dengan para Imamnya, mencintai mereka, menghormati mereka, mengagumi cara hidup mereka dan bahwa Gereja  mengakui dengan penuh syukur karya pastoral  dan kesaksian hidup para  Imamnya. <span lang="FI">Sungguh, para Imam memiliki arti penting bukan hanya karena apa yang mereka kerjakan tetapi juga karena keberadaan mereka. Dengan perasan sedih harus diakui bahwa pada masa ini beberapa Imam terlibat dalam kasus-kasus yang tidak sepantasnya. Adalah penting untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus semacam itu, melakukan proses hukum dan memberikan hukuman yang sesuai dengan kesalahan mereka. Akan tetapi, haruslah tetap diingat bahwa kasus-kasus ini terjadi pada segelintir kecil saja dari para Imam. Sebagian besar para Imam adalah orang-orang yang memiliki integritas pribadi, yang mengabdikan hidup mereka pada pelayanan suci, manusia pendoa dan semangat  kasih pastoral, yang mencurahkan seluruh diri mereka untuk menjalani tugas panggilan dan misi mereka, sering kali dengan penuh pengorbanan diri, tetapi selalu atas dasar cinta sejati kepada Yesus Kristus, Gereja dan umat, dalam solidaritas dengan orang miskin dan menderita. Dengan alasan itulah, Gereja merasa bangga dengan para Imamnya di mana pun mereka berada. </span></p>
<p><span lang="FI">Semoga  Tahun Imam ini merupakan kesempatan untuk memberikan  penghargaan yang mendalam terhadap panggilan hidup imamat, teologi imamat Katolik, dan terhadap arti penting panggilan dan misi para imam dalam Gereja dan masyarakat. Penghargaan ini akan menuntut   banyak waktu  untuk melakukan kajian dan studi, rekoleksi, latihan-latihan spiritual yang merefleksikan tentang keimamam, konferensi dan seminar-seminar teologis di fakultas-fakultas gerejani, riset ilmiah serta publikasinya. </span></p>
<p><span lang="FI">Bapa Suci, yang mengumumkan Tahun  Imam ini dalam sambutannya pada 16 Maret  2009, di hadapan Kongregasi Klerus selama Sidang Umum, mengatakan bahwa tahun khusus ini dimaksudkan untuk <em>&#8220;mendorong para imam dalam menggapai kesempurnaan rohani, sebagai landasaran keberhasilan pelayanan mereka.&#8221;</em> Dengan alasan inilah, perlu diadakan waktu khusus selama setahun untuk berdoa yang dilakukan oleh para imam sendiri, bersama para imam dan bagi para Imam, waktu setahun untuk pembaruan spiritualitas keimaman  dan spiritualitas setiap Imam. Perayaan Ekaristi, dalam perspektif ini, merupakan jantung dari spiritualitas keimaman. Adorasi Ekaristi demi kesucian hidup para Imam dan  keibuan rohani para biarawati, hidup bakti dan wanita awam  kepada para Imam, seperti sudah diusulkan beberapa waktu yang lalu oleh Kongregasi Klerus, dapat dikembangkan lebih lanjut dan akan menghasilkan buah kekudusan. </span></p>
<p><span lang="FI">Semoga  pada tahun ini, keadaan nyata dan  kebutuhan material para imam  diperhatikan , karena  para Imam, kadang-kadang,hidup  dalam situasi yang sangat miskin dan sulit. </span></p>
<p>Semoga perayaan Tahun Imam ini, menjadi kesempatan bagi  para biarawan-biarawati  dan masyarakat umum,mengajakumat &#8211; komunitas Katolik lokal &#8211; untuk berdoa, merenungkan, dan secara sepantasnya menghormati para imamnya.. Dalam komunitas gerejani, suatu perayaan merupakan peristiwa yang sangat menyentuh hati yang mengungkapkan dan memberikan kegembiraan Kristiani, suatu kegembiraan yang lahir dari keyakinan bahwa Allah mencintai kita dan merayakan bersama kita. Semoga tahun ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan persekutuan dan persaudaraan di antara para  Imam dan umat yang  dipercayakan kepada  penggembalaan  mereka.</p>
<p>Banyak hal dan prakarsa lain dapat dilakukan untuk memperkaya  perayaan Tahun Imam ini, tetapi di sini diharapkan bahwa Gereja-gereja lokal melakukannya dengan cara-cara yang menarik dan khas menurut cara mereka sendiri. Karena itu, sejak awal diharapkan bahwa setiap Keuskupan dan paroki serta komunitas lokal menyiapkan suatu rencana kerja yang efektif untuk perayaan tahun khusus ini. Jelas, sangatlah penting untuk memulai Tahun ini dengan satu kegiatan yang menghargai para Imam.Gereja-gereja lokal diajak pada 19 Juni nanti, pada hari yang sama ketika Bapa Suci membuka perayaan Tahun  Imam di Roma, untuk turut serta juga mengawali Tahun khusus ini, dengan perayaan liturgi khusus. Semoga juga ada orang yang bisa datang ke Roma untuk mengikuti perayaan pembukaan Tahun khusus ini, untuk menyatakan partisipasi mereka dalam peristiwa yang berbahagia ini.</p>
<p>Allah senantiasa memberkati upaya ini dengan cinta yang besar; dan Santa Perawan Maria, Ratu Para Imam, berdoa buat Saudara sekalian, Para Imam yang terkasih.</p>
<p style="text-align:right;" align="right"><strong>Claudio Cardinal Hummes</strong><strong><br />
</strong>Uskup Agung Emeritus Sao Paolo<br />
Prefek Kongregasi  Klerus</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: <strong><span style="font-weight:normal;"><a href="http://www.mirifica.net/"><span>http://www.mirifica.net</span></a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;"><span>Catatan: Dokumen ini kiriman dari Frater Paulus Anggoro alias fr_pnz_pr@yahoo.com</p>
<p></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;"><a href="mailto:fr_pnz_pr@yahoo.com"><span></span></a></span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=228&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/22/surat-edaran-tahun-imam-dari-kongregasi-untuk-kaum-klerus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Tahun Imam 19 Juni 2009 – 2010</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/22/doa-tahun-imam-19-juni-2009-%e2%80%93-2010/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/22/doa-tahun-imam-19-juni-2009-%e2%80%93-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 03:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[(didoakan oleh umat)

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas para imam-Mu. Mereka telah Kau pilih dan Kau urapi dengan Roh Kekudusan. Melalui pelayanan merekalah Engkau menggembalakan kami, menguduskan kami, dan menerangi kami dengan sabda-Mu.

Kami berdoa untuk para imam, anugerahilah mereka kebahagiaan dan kesetiaan, berilah mereka sukacita dan semangat kerjasama, dan mampukanlah mereka untuk hidup suci seturut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=225&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">(didoakan oleh umat)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas para imam-Mu. Mereka telah Kau pilih dan Kau urapi dengan Roh Kekudusan. Melalui pelayanan merekalah Engkau menggembalakan kami, menguduskan kami, dan menerangi kami dengan sabda-Mu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Kami berdoa untuk para imam, anugerahilah mereka kebahagiaan dan kesetiaan, berilah mereka sukacita dan semangat kerjasama, dan mampukanlah mereka untuk hidup suci seturut teladan Santa Perawan Maria, Bunda dan Ratu Para Imam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Berkat bantuan doa Bunda Maria, berilah kami selalu para calon imam yang baik, benih panggilan di antara anak, remaja, dan kaum muda kami, dan kesuburan panggilan suci dalam keluarga kami, umat-Mu sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Bapa dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Santa Perawan Maria, Bunda dan Ratu Para Imam, doakanlah kami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Santo Yohanes Maria Vianney, Pelindung Semua Imam di seluruh dunia, doakanlah kami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Catatan: Doa ini kiriman dari Frater Paulus Anggoro (fr_pnz_pr@yahoo.com). Katanya, doa ini  untuk para imam dan calon imam. Doa ini merupakan wujud dukungan umat pada gembala (dan calon gembala) nya karena toh, panggilan adalah tanggung jawab bersama untuk membangun Gereja. Maturnuwun, Berkah Dalem.</p>
<p>Pensies</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=225&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/22/doa-tahun-imam-19-juni-2009-%e2%80%93-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lingkungan Santa Monika (Nogotirto Limo) Ziarah ke Puhsarang</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/21/lingkungan-santa-monika-ziarah-ke-puhsarang/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/21/lingkungan-santa-monika-ziarah-ke-puhsarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 20:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=215&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_218" class="wp-caption aligncenter" style="width: 496px"><img class="size-medium wp-image-218" title="DSC03278-1" src="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/dsc03278-12.jpg?w=486&#038;h=364" alt="Monika-1" width="486" height="364" /><p class="wp-caption-text">(Sumber: Djarot Purbadi, 20-21Juni 2009)</p></div>
<div id="attachment_222" class="wp-caption aligncenter" style="width: 498px"><img class="size-medium wp-image-222" title="DSC03282-1" src="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/dsc03282-1.jpg?w=488&#038;h=365" alt="Monika-2" width="488" height="365" /><p class="wp-caption-text">(Sumber: Djarot Purbadi, 20-21 Juni 2009)</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=215&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/21/lingkungan-santa-monika-ziarah-ke-puhsarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/dsc03278-12.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC03278-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/dsc03282-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC03282-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romo Yamto tentang Tubuh dan Darah Kristus</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/15/romo-yamto-tentang-tubuh-dan-darah-kristus/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/15/romo-yamto-tentang-tubuh-dan-darah-kristus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 01:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Homili]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memaparkan tangkapan dan catatan penulis tentang homili Romo Suyamto pada Misa Kudus Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, di Gereja Santa Lidwina, Stasi Bedog, tanggal 14 Juni 2009. Homili Romo Yamto menarik dan mengesankan karena memberikan beberapa penjelasan yang perlu diingat sebagai orang Katolik. Homilinya juga hangat sebab disampaikan dengan cara yang akrab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=206&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_207" class="wp-caption alignleft" style="width: 271px"><img class="size-full wp-image-207" title="scan-modi" src="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/scan-modi.jpg?w=261&#038;h=310" alt="Tubuh" width="261" height="310" /><p class="wp-caption-text">(Sumber: sampul teks Misa Kudus)</p></div>
<p>Tulisan ini memaparkan tangkapan dan catatan penulis tentang homili Romo Suyamto pada Misa Kudus Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, di Gereja Santa Lidwina, Stasi Bedog, tanggal 14 Juni 2009. <span lang="FI">Homili Romo Yamto menarik dan mengesankan karena memberikan beberapa penjelasan yang perlu diingat sebagai orang Katolik. Homilinya juga hangat sebab disampaikan dengan cara yang akrab dengan umat.</span></p>
<p><span lang="FI">Romo Suyamto memulai homili dengan dongeng tentang seorang nenek di Kalasan yang sembuh karena menyantap “Tuhan Yesus” . Pada suatu ketika ada seorang nenek dari Kalasan yang sedang sakit dan merindukan untuk menyantap Tubuh Kristus bagi kesembuhannya. Nenek tersebut sakit keras, mengalami kondisi yang setengah koma, namun beberapa kali bangun dan setiap kali bangun selalu minta kepada keluarganya untuk memberikan Hosti Kudus.</span></p>
<p><span lang="FI">Pihak keluarga kemudian memohon Romo di paroki Kalasan untuk hadir ke rumah nenek yang sakit untuk memberikan Sakramen Minyak Suci. Ketika Romo hadir di rumah duka, nenek itu bangun dan sambil berteriak minta diberi Hosti Kudus. Romo menjadi bingung sebab keluarganya memintanya untuk memberikan Sakramen Minyak Suci tetapi sang nenek justru meminta Hosti Kudus. Pihak keluarga dan para prodiakon juga kebingungan sebab belum ada persiapan untuk Misa Kudus agar keinginan nenek sakit dipenuhi. Sang nenek kemudian pingsan lagi.</span></p>
<p><span lang="FI">Setelah berembug seperlunya dan secepatnya, diutuslah seorang prodiakon muda untuk mengambil Hosti Kudus di Tabernakel gereja. Prodiakon yang masih muda ini segera berangkat ke pastoran, tetapi ketika tiba di sana gedung gereja terkunci. Ia kemudian mencari koster sampai beberapa waktu tetapi tidak bertemu, sebab sang koster pergi entah kemana. Prodiakon muda ini kebingungan dan hampir putus asa. </span></p>
<p><span lang="FI">Ditengah kebingungan dan terdesak waktu, tiba-tiba ia mendapat gagasan untuk membeli hosti di toko perlengkapan ibadah di dekat gereja. Dari toko Bu Sumijo itulah ia membeli sepotong hosti kemudian di bawa ke rumah nenek yang sakit. Setelah sampai di rumah itu, ia matur kepada Romo bahwa ia tidak berhasil mengambil Hosti Kudus karena gereja terkunci dan koster dicari kemana-mana tidak ketemu. Ia menjelaskan bahwa hosti yang dibawanya itu dibeli dari toko perlengkapan ibadah di dekat paroki.</span></p>
<p><span lang="FI">Ketika sedang menjelaskan hal itu, tiba-tiba nenek yang sakit itu bangun dan berteriak ”Mana Tuhan Yesus ?. Spontan Romo yang sedang memegang hosti belum diberkati menjawab ”Ini Tuhan Yesus ! sambil menyorongkan hosti di tangannya kepada nenek yang sakit itu. Sang nenek kemudian menerima hosti itu dengan penuh hikmad dan memakannya. Anehnya, sejak menerima hosti yang belum diberkati itu nenek yang semula pingsan-bangun segera berangsur-angsur sehat kembali. Akhirnya nenek yang sakit itu sembuh sama sekali. </span></p>
<p>Mengapa nenek bisa sembuh dengan cara yang aneh ? Dari kejadian itu tampak bahwa hosti belum diberkati itu, yang dalam penghayatan nenek sakit adalah Tuhan Yesus, telah menjadi kekuatan yang hebat untuk menyembuhkan. <span lang="FI">Kita tentu ingat kata-kata Yesus yang isinya lebih-kurang menyatakan bahwa ”imanmu menyelamatkan dirimu”. Oleh karenanya, dalam kasus nenek sakit, iman sang nenek telah menyembuhkan dirinya.</span></p>
<p><span lang="FI">Kasus ini menjelaskan bahwa kekuatan yang menghidupkan orang Katolik adalah Tuhan Yesus. Oleh karenanya ada persepsi bahwa kekuatan orang Katolik ada pada Hosti Kudus di dalam Tabernakel. Bahkan pernah ada kejadian orang yang tidak mengerti kemudian mencari tahu dan mempersepsi bahwa kekuatan umat Katolik ada pada komuni. Artinya, jika Tabernakel dan Hosti Kudus yang ada di dalamnya di acak-acak maka orang Katolik akan kehilangan kekuatannya. </span></p>
<p><span lang="FI">Romo Suyamto melanjutkan homili dengan menjelaskan bedanya salib Katolik dengan yang lain adalah keberadaan Corpus Yesus pada Salib. Hal ini mengandung makna yang sangat dalam. Ada orang yang berpikir, karena Tuhan Yesus sudah bangkit dan pergi ke surga, maka pada salib tidak diperlukan lagi ada Corpus Yesus. Tampaknya menurut logika bisa dibenarkan, sebab buat apa corpus Yesus digantungkan di salib toh Dia sudah dikuburkan dan bangkit mulia !</span></p>
<p><span lang="FI">Bagi orang Katolik, salib dan corpus Yesus merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sebab sengsara dan kematian Yesus di kayu salib merupakan satu kesatuan utuh dengan kebangkitannya. Corpus Yesus justru menjadi simbol dan semangat untuk selalu mengingat bagaimana ”nderek Gusti Yesus” seutuhnya. Corpus Yesus memotivasi orang Katolik untuk selalu mengingat bahwa kebangkitan mulia dilalui dengan cara setia memanggul dan disalib bersama Yesus. Orang Katolik bahkan bisa menghayati spiritualitas penderitaan hidup sehari-hari dengan cara yang benar, yaitu bersyukur dalam penderitaan sebab diberi kesempatan khusus ”nderek pepada Dalem”. Penderitaan hidup sehari-hari kemudian dapat dipahami dan dihayati sebagai kesempatan khusus untuk secara nyata ikutserta merasakan penderitaan Yesus ketika sengsara dan wafat di salib, dan keikutsertaan suci itu menyelamatkan jiwa kita !</span></p>
<p><span lang="FI">Selain itu, Romo Yamto juga memaparkan secara singkat tentang keprihatinan masa kini umat Katolik yaitu tentang bagaimana kepedulian umat terhadap kelangsungan pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah Katolik. Umat diajak meningkatkan kepedulian dan aksi nyata untuk melestarikan pendidikan dalam sekolah-sekolah Katolik sebab pendidikan di sekolah Katolik bukan semata-mata tentang keilmuan melainkan menumbuhkan dan memelihara iman. </span></p>
<p><span lang="FI">Aku secara pribadi punya catatan khusus tentang Romo Suyamto. Keunikan Romo Yamto adalah suaranya yang gandem. Beliau selalu bernyanyi bersama umat dan jarang mendahului umat dalam setiap lagu. Hal ini kiranya sangat bagus sebab antara Romo dan umat bersama-sama kompak menyanyi memuliakan Tuhan. Tingkah laku beliau yang tenang dan sesekali menyapa umat dengan selipan bahasa Jawa (sambil tertawa sendiri lebih dulu) kemudian tertawa bersama umat dalam beberapa kali homili dalam Misa Kudus yang aku ikuti sungguh mengesankan sebab relasi batin di dalam ruang Gereja sangat dekat. Selamat buat Romo Yamto.</span></p>
<p class="com">Salam,</p>
<p class="com">Djarot Purbadi</p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=206&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/15/romo-yamto-tentang-tubuh-dan-darah-kristus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/scan-modi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">scan-modi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun dan Menghayati Tradisi Doa</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/13/refleksi-iman-bersama-romo-g-notobudyo-pr/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/13/refleksi-iman-bersama-romo-g-notobudyo-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 03:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Refleksi Iman bersama Romo G. Notobudyo, Pr.
Dalam buku agama-agama dunia, tulisan Michael Keene (hal. 188-dst) disebutkan bahwa dalam dasa warsa terakhir ini di seluruh dunia perbandingan orang Kristen yang berpindah ke Islam dengan orang Islam yang berpindah ke Kristen adalah tiga banding satu. Di Amerika Serikat sekarang ini agama yang terbesar adalah agama Kristen, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=196&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Refleksi Iman bersama Romo G. Notobudyo, Pr.</p>
<p>Dalam buku agama-agama dunia, tulisan Michael Keene (hal. 188-dst) disebutkan bahwa dalam dasa warsa terakhir ini di seluruh dunia perbandingan orang Kristen yang berpindah ke Islam dengan orang Islam yang berpindah ke Kristen adalah tiga banding satu. Di Amerika Serikat sekarang ini agama yang terbesar adalah agama Kristen, ada 40 persen, yang 25 persen adalah Katolik. Tetapi sebentar lagi agama Islam, dengan perkembangannya yang begitu pesat, akan menjadi agama terbesar kedua di Amerika.</p>
<p>Kecenderungan di seluruh dunia, agama Islam semakin maju pesat. Mengapa? Karena kebanyakan orang Islam mematuhi sembahyang lima waktu setiap hari, sedangkan keluarga-keluarga katolik semakin banyak yang tidak berdoa.  Keuskupan Agung Semarang (KAS) sudah lama berusaha menghidupkan gerakan doa ini dengan membentuk persaudaraan antar kelompok doa yang disingkat JARINGAN KODOK.</p>
<p>Jaringan ini antara lain terdiri dari kelompok Legio Maria, Worosemedi, KTM, Kerahiman Ilahi, juga kelompok doa yang lain yang lebih kecil seperti paguyuban doa lansia, kelompok doa Candi (Ganjuran), SSV, Papanca (Brayat Minulyo Pugeran) dan lain-lain. (Persekutuan doa Karismatik tidak menggabung dalam Jaringan Kodok ini, barangkali merasa sudah besar, di Jogja lebih dari 10 PD dan sudah berdoa bersama setiap minggu).</p>
<p>Salah satu usaha bersama Jaringan Kodok di Jogja ini adalah mengadakan adorasi Sakramen Mahakudus tiap Jum’at Pertama. Hal ini akan dijadikan tradisi di setiap paroki setiap Jum’at pertama, maksudnya supaya umat katolik kembali merasa ingin dekat dengan Tuhan Yesus yang bertaktha di dalam Sakramen Mahakudus.</p>
<p>Di Singapura, setiap paroki mempunyai Kapel Adorasi, yang terbuka 24 jam sehari sepanjang tahun. Di Jakarta juga sudah banyak paroki yang mempunyai kapel Adorasi, di Medan bahkan monstrannya untuk adorasi abadi bisa setinggi hampir 2 meter.</p>
<p>Semua itu tujuannya sekali lagi agar umat kembali senang berdoa, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Dengan mengalami kehadiran Tuhan Yesus dalam Sakramen Mahakudus tidak sedikit orang yang mengalami mukjizat disembuhkan dari segala sakit fisik maupun batin, juga dengan pengusiran setan. Semoga. Berkah Dalem.</p>
<p>Sumber: Blog Paroki Kumetiran (judul diubah tanpa mengurangi isi seluruh teks)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=196&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/13/refleksi-iman-bersama-romo-g-notobudyo-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romo Notobudyo tentang Allah Tritunggal Mahakudus</title>
		<link>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/07/romo-notobudyo-tentang-tritunggal-mahakudus/</link>
		<comments>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/07/romo-notobudyo-tentang-tritunggal-mahakudus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 14:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santalidwina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Homili]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santalidwina.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[ 
Sabtu sore tanggal 6 Juni 2009 aku mengikuti Misa Kudus di gereja Santa Lidwina stasi Bedog. Aku senang karena sore hari itu Misa Kudus dipimpin oleh Romo Notobudyo. Aku dan istriku senang setiap mendengarkan homili Romo Notobudyo karena selalu berbobot dan memberi arah yang jelas tentang banyak hal yang sangat penting dalam iman Katolik. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=193&subd=santalidwina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<div id="attachment_203" class="wp-caption alignleft" style="width: 261px"><img class="size-full wp-image-203" title="scan0003-modi" src="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/scan0003-modi.jpg?w=251&#038;h=269" alt="Teks" width="251" height="269" /><p class="wp-caption-text">(Sumber: sampul Teks Misa Kudus)</p></div>
<p>Sabtu sore tanggal 6 Juni 2009 aku mengikuti Misa Kudus di gereja Santa Lidwina stasi Bedog. Aku senang karena sore hari itu Misa Kudus dipimpin oleh Romo Notobudyo. Aku dan istriku senang setiap mendengarkan homili Romo Notobudyo karena selalu berbobot dan memberi arah yang jelas tentang banyak hal yang sangat penting dalam iman Katolik. Rasanya sudah lama Romo Noto tidak memimpin Misa Kudus di Bedog, atau mungkin sudah beberapa kali tetapi kebetulan saja aku ke gereja lain. Sore itu aku merasa berjumpa dengan Romo Noto yang sudah lama sekali tidak aku dengarkan homilinya di gereja Santa Lidwina.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Romo Noto membuka homili dengan menyitir tulisan dari bacaan pertama yang diambil dari Kitab Ulangan (Ul 4:32. 39-40), khususnya bagian yang tertulis begini ”<em>Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain</em>”. Romo Noto menyatakan bahwa isi dari kutipan itu adalah sebuah pernyataan iman yang mengatakan bahwa Allah kita satu (dalam bahasa Arab: <em>laa ilaa ha illallah</em>). Beliau menambahkan bahwa pernyataan itu disampaikan Tuhan kepada Musa seribu tahun sebelum kelahiran Yesus. Kejadian ini jelas sebab bacaan pertama menyatakan bahwa Tuhan sedang bersabda kepada Musa. Jadi sudah sejak tiga ribu tahun yang lalu keyakinan ”Tuhan kita satu” ini ada di muka bumi yang lahir di kalangan bangsa Yahudi dan akhirnya sampai kepada kita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Pernyataan Romo Noto tentang salah satu sendi keyakinan Katolik ini sungguh menyentuh hatiku, sebab selama bertahun-tahun aku hidup sebagai orang Katolik baru hari ini aku tahu bahwa rahasia iman kita yang satu ini sudah ada sejak tiga ribu tahun yang lalu. Sudah beberapa kali aku mengikuti Misa Kudus yang merayakan Tritunggal Mahakudus tetapi baru kali ini rahasia itu diungkapkan dengan jelas sekali. Terus terang hatiku sangat bahagia sebab tahu rahasia ini dengan sangat jelas dan mantap. Rahasia iman ini semakin jelas ketika Romo Noto melanjutkan homili yang mengkaitkannya dengan kehadiran Yesus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Romo Noto menjelaskan bahwa rahasia iman ”Tuhan kita Satu” dari Kitab Ulangan tersebut adalah Tuhan menyatakan sendiri kepada Musa. Keyakinan tersebut telah lama hidup di kalangan bangsa Yahudi. Selanjutnya, Yesus melalui kehadiranNya mengajarkan bahwa Tuhan yang satu itu hakekatnya memiliki tiga pribadi. Aku jadi <em>mudeng</em> sekarang bahwa sejak dua ribu tahun yang lalu sudah dijelaskan Yesus bahwa Tuhan yang hakekatnya satu itu memiliki tiga pribadi yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus. Rumusan dari Romo Noto yang sangat menarik dan mengesan di dalam hatiku adalah bahwa Roh Kudus adalah Roh dari Allah Bapa dan Allah Putra. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Romo Noto juga menjelaskan bahwa Tritunggal Mahakudus itu ada sejak awal mula dan sepanjang segala abad. Pandangan yang memenggal-menggal perjanjian lama adalah era Allah Bapa, perjanjian baru adalah era Allah Putra dan sekarang adalah era Allah Roh Kudus adalah sangat salah menurut iman Katolik. Romo dengan mantap menjelaskan bagaimana Allah Tritunggal Mahakudus ada di setiap jaman secara bersama-sama dan utuh dalam kerjasama ilahi yang melampaui akal manusia. Aku jadi <em>mudeng</em> bagaimana rahasia iman tentang Allah Tritunggal Mahakudus yang memang hanya bisa dipahami dengan kacamata iman. Romo Awan selalu bilang bahwa rahasia semacam itu tidak mampu dinalar oleh manusia sebab <span> </span>”melampaui akal atau bahkan diatas akal”. Sore hari itu aku bersyukur, Romo Noto memberi penjelasan dengan bahasa yang sederhana tentang rahasia iman Katolik yang amat rahasia ini. <em>Matur nuwun nggih Romo Noto</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Romo juga menjelaskan bahwa masih ada tradisi di Italia dan beberapa negara Eropa bahwa ketika orang mengucapkan atau melagukan kalimat ”<em>Kemuliaan kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad, amin</em>” dilakukan sambil menundukkan badan dengan penuh hormat ke arah Salib Yesus. Nah aku jadi makin <em>mudeng</em>, sebab tradisi ini masih berlangsung di biara Rowoseneng dan biara putri di lereng Merbabu. <em>Ooh begitu ta, memang ketika melakukan rasanya ya lain kok, sangat menyentuh hati <span> </span></em>!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Penjelasan Romo Noto berlanjut tentang bagaimana membuat tanda salib yang benar, sebab tanda salib merupakan identitas orang Katolik. Menurut tradisi lama orang membuat tanda salib dengan tiga jari yang disatukan yaitu jempol, telunjuk dan jari tengah. Ketiga jari yang disatukan ini melambangkan Allah Tritunggal Mahakudus. Kemudian, titik yang disentuh ketika membuat tanda salib adalah bagian tengah dahi, pusar dan lengan kiri dan kanan. Waah ternyata puser yang disentuh bukan tengah dada. Romo menjelaskan bahwa artinya ayunan tiga jari tadi jauh-jauh, yaitu dari dahi ke pusar kemudian ke bahu kiri dan kanan, maka melambangkan bahwa Allah Tritunggal Mahakudus ingin memeluk seluruh realitas kehidupan. Oleh karenanya, bikin tanda salib yang tergesa-gesa ayunan tangannya sambil bergumam ”baputdusmin” hakekatnya melecehkan Allah Tritunggal Mahakudus. Kata Romo Noto, ketahuilah bahwa bikin tanda salib adalah menghormati Allah Tritunggal Mahakudus dan jika dilakukan dengan benar maka sang pelaku mendapat berkah dan rahmat Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Romo Noto menjelaskan lebih jauh bahwa ketika membuat tanda salib perkataan kita bukan dengan awalan ”Atas nama Bapa&#8230;.” </span>melainkan yang benar adalah dengan awalan ”Dalam nama Bapa&#8230;.” Hal ini sejalan dengan tradisi bahwa dimana-mana awalannya selalu dengan kata ”in” misalnya ”<em>In the name of the Father</em>&#8230;”. Menurut Romo Noto, yang paling tepat adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yaitu “<em>Konjuk ing Asmo Dalem Hyang Romo</em>….”, sebagai padanan ungkapan “in” tadi. Artinya dalam tradisi Jawa orang selalu melakukan apapun dengan sikap batin bahwa semuanya hanya dihunjukkan kepada Allah Tritunggal Mahakudus. <span lang="FI">Tampaknya sore itu Romo Noto sangat mencerahkan umat yang mengikuti Misa Kudus di Gereja Santa Lidwina. Kita jadi <em>mudeng</em> sampai sangat detil bagaimana seharusnya menghormati Allah Tritunggal Mahakudus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Pagi hari berikutnya, yaitu hari Minggu 7 Juni 2009, aku dan istriku di ruang makan kami sempat <em>ngrasani</em> Romo Noto. Istriku adalah salah satu pengagum Romo Noto dan katanya homilinya selalu berbobot mencerahkan iman. Istriku berceritera banyak tentang titik-titik pencerahan homili Romo Noto yang pernah di dengarnya di masa yang telah lewat dan masih diingatnya. Ckckck <em>pokoke</em> mengagumkan, katanya. Aku juga kagum kepada beliau sebab homili Romo Noto selalu jelas karena dikaitkan dengan hal-hal yang tidak kita ketahui, antara lain konteks peristiwa yang terjadi di Israel di masa lalu, misalnya tentang desa Kana pada pemberian anggur dalam Misa Kudus Pasutri di Gereja Kumetiran yang pernah aku ikuti. Romo bisa berceritera tentang anggur Kana yang akan diberikan kepada kami dan desa Kana dengan sangat bagus. Kekagumanku semakin teguh sebab homili selalu dikaitkan dengan kehidupan kita kini dan disini, dan semuanya itu disampaikan dengan sikap yang mantap sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Pada akhir perbincangan dengan istriku pagi itu, entah bagaimana secepat kilat aku menangkap sebuah imajinasi iman yang bagiku sangat luar biasa. Bayangkan, jika kita mengikuti Misa Kudus di Gereja maka Tuhan hadir. Aku berpikir, apakah Tuhan Yesus hadir sendirian ? Pasti tidak !! Seorang presiden suatu negara saja jika hadir di suatu tempat selalu dikelilingi para pengawalnya yang bersenjata lengkap. Oleh karenanya, jika Tuhan hadir di Altar Suci Gereja Santa Lidwina pastilah seluruh isi surga juga hadir di Gereja Santa Lidwina !!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Aku menjadi tersadar beberapa detik dalam suasana hati yang campur aduk antara bersyukur dan menyesal. Aku bersyukur karena diperkenankan memahami rahasia ini dan menjadi tahu bagaimana yang seharusnya bersikap pada saat Misa Kudus. Aku juga merenung sambil menyesali sikap dan perilaku diriku di masa lalu akibat dari ketidakpahamanku tentang rahasia suasana ilahi ini. Oh, betapa kita telah melecehkan Tuhan karena kebodohan kita. Romo Uskup Ignatius Suharyo sangat benar, beliau pernah <em>ngendika</em> bahwa kita memang harus cerdas dalam beriman supaya bisa membangun relasi yang personal dan semakin berkualitas dengan Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Aku tiba-tiba terhenyak sejenak sebab menangkap sebentuk pemahaman yang sangat unik. Pada waktu itu di dalam batinku ada suara yang mengatakan dengan tegas: suasana setiap Misa Kudus adalah sangat-sangat suci. Bayangkan, ketika kita mengikuti Misa Kudus di gereja, kita sebenarnya didampingi Bunda Maria, dikelilingi oleh para Kudus dan para Malaikat. Mereka hadir semua di dalam suasana Misa Kudus yang kita ikuti. Aku lantas membayangkan, tentulah gereja pada saat itu menjadi bersuasana surgawi yang sangat agung dan suci. Bayangkan, ketika kita diajak Romo Noto membuat tanda salib untuk memulai Misa Kudus, maka serta-merta Bunda Maria, para Kudus dan para Malaikat juga bersama-sama dengan kita membuat tanda salib. Ketika menyantap Tubuh dan Darah Kristus semua isi surga juga melakukan hal yang sama dengan kita. Jadi pada waktu kita mengikuti Misa Kudus di Gereja Santa Lidwina, maka kita memasuki suasana surgawi bersama dengan Bunda Maria, para kudus, para malaikat dan semua penghuni surga !!! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Ya, surga hadir pada setiap hari Sabtu atau Minggu di Gereja Santa Lidwina !!!! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Matur nuwun Romo Noto atas inspirasi iman yang kami terima. Kami jadi tahu bahwa mengikuti Misa Kudus adalah mencicipi kebersamaan ilahi dengan Allah Tritunggal Mahakudus meskipun kita masih hidup di dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Salam,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Djarot Purbadi</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santalidwina.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santalidwina.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santalidwina.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santalidwina.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santalidwina.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santalidwina.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santalidwina.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santalidwina.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santalidwina.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santalidwina.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santalidwina.wordpress.com&blog=6989903&post=193&subd=santalidwina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santalidwina.wordpress.com/2009/06/07/romo-notobudyo-tentang-tritunggal-mahakudus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93bd0fc567d259b8c3db2c0073494c90?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santalidwina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santalidwina.files.wordpress.com/2009/06/scan0003-modi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">scan0003-modi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>